Minggu keempat bulan Mei ini kegiatan Dewan ditandai dengan rapat-rapat paripurna DPR pada tanggal 20 dan 23 Mei 2013. Kegiatan tersebut dalam bentuk Keterangan Pemerintah berkaitan dengan pelaksanaan fungsi anggaran DPR dan kegiatan lain yang rinciannya sebagai berikut.
Pelaksanaan Fungsi Anggaran
Rapat Paripurna 20 Mei 2013, mengagendakan Keterangan Pemerintah mengenai Pokok-pokok Pembicaraan Pendahuluan RAPBN TA 2014, disampaikan oleh Menteri BAPENNAS Armida Alisjahbana
. Dalam keterangan Pemerintah disampaikan bahwa Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM dan PPKF) menguraikan tentang rencana pelaksanaan kegiatan pembangunan di tahun 2014, untuk mencapai sasaran-sasaran dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) tahun 2010-2014, dengan tetap memperhatikan perkembangan-perkembangan terkini baik yang terjadi didalam negeri maupun global. Dokumen KEM PPKF memuat strategi dan arah kebijakan ekonomi makro dan fiskal ke depan yang diselaraskan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2014:
“Memantapkan Perekonomian Nasional Bagi Peningkatan Kesejahteraan Rakyat Yang Berkeadilan”. Substansi KEM dan PPKF Tahun 2014 ini mempunyai nuansa yang lebih khusus dibanding periode sebelumnya karena merupakan tahun terakhir rencana pembangunan dalam RPJM 2010-2014 sekaligus merefleksikan capaian kinerja pembangunan dalam lima tahun terakhir ini.
Selanjutnya, dijelaskan bahwa relatif lemahnya kondisi ekonomi global di tahun 2012-2013 membawa implikasi negatif bagi perkembangan ekonomi domestik, yang telah mengalami tekanan yang bersumber pada kinerja perdagangan internasional Indonesia. Tekanan pada sisi ekspor Indonesia menyebabkan laju pertumbuhan ekonomi domestik melambat dan berada di bawah target dalam RPJMN 2010-2014. Di tahun 2013, perkembangan kondisi ekonomi global belum benar-benar pulih, juga di perkirakan akan berdampak pada perekonomian domestik.
Di samping itu, berbagai perkembangan yang mengancam stabilitas ekonomi dan keberlanjutan pembangunan ke depan, menuntut diambilnya langkah-langkah penyesuaian yang menjadi tekanan bagi pencapaian sasaran pembangunan dalam jangka pendek. Pemerintah menyiapkan beberapa strategi kebijakan untuk mendorong laju pertumbuhan, agar tetap tinggi di atas 6%. Sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2014, maka tema kebijakan fiskal Pemerintah adalah:
“Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi Yang Inklusif, Berkualitas dan Berkelanjutan Melalui Pelaksanaan Kebijakan Fiskal Yang Sehat dan Efektif”.
Laju pertumbuhan ekonomi Tahun 2014, diperkirakan berada pada kisaran 6,4-6,9% atau di bawah target RPJM, namun lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan ekonomi Tahun 2012 dan perkiraan Tahun 2013. Sasaran pertumbuhan ekonomi tersebut adalah:
Pertama, kinerja konsumsi rumah tangga yang selama ini merupakan kontributor pertumbuhan terbesar.
Kedua, pertumbuhan investasi yang meningkat sebagai dampak kondisi fundamental yang tetap kuat serta perbaikan iklim investasi dan pasar yang terus berjalan.
Ketiga, membaiknya kinerja neraca perdagangan Indonesia seiring peningkatan kinerja ekspor.
Disamping sasaran pertumbuhan, Pemerintah akan tetap menjaga target inflasi pada kisaran 4,5% ± 1%. Laju inflasi merupakan salah satu faktor penting untuk tetap menjaga tingkat pendapatan riil masyarakat, serta menjaga stabilitas ekonomi dan pasar.
Stabilitas perekonomian juga akan dipengaruhi oleh pergerakan nilai tukar. Rata-rata nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di tahun 2014 akan berada pada kisaran Rp. 9.600 hingga Rp. 9.800 per dolar AS. Rata-rata suku bunga SPN 3 bulan di tahun 2014 diperkirakan berada pada kisaran 4,5% hingga 5,5%. Pergerakan suku bungan tersebut didasarkan pada masih baiknya daya tarik instrumen surat berharga negara, masih tingginya kepercayaan investor terhadap kondisi fundamental ekonomi dan kesehatan fiskal dan terjaganya laju inflasi. Rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) tahun 2014 diperkirakan mencapai kisaran US$ 100 hingga US$ 115 per barel.
Esensi Strategi Belanja Negara Tahun 2014 yang disampaikan oleh Pemerintah untuk Tahun 2014 tetap diarahkan pada empat pilar, yaitu: (i) mendukung terjaganya pertumbuhan ekonomi pada level yang cukup tinggi
(pro-growth); (ii) meningkatkan produktivitas dalam kerangka perluasan kesempatan kerja
(pro-job); (iii) meningkatkan dan memperluas program pengentasan kemiskinan
(pro-poor) dan (iv) mendukung pembangunan yang berwawasan lingkungan
(pro-environment).