Minggu kedua bulan Februari ini dibuka dengan Rapat Paripurna DPR tanggal 12 Februari yang mengagendakan: [1] pendapat fraksi-fraksi dan pengambilan keputusan terhadap RUU inisiatif Komisi IX DPR tentang Keperawatan menjadi RUU DPR dan [2] pembicaraan tingkat II/pengambilan keputusan terhadap RUU tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme. Minggu ini juga dilaporkan berbagai kegiatan Komisi dalam pelaksanaan fungsi pengawasan, dan konsultasi pimpinan dengan fraksi dan Komisi I mengenai pencalonan duta besar negara sahabat untuk Republik Indonesia.
Kegiatan Bidang Anggaran
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan di bidang anggaran, Komisi I DPR-RI telah melakukan Raker dengan Panglima TNI, dengan agenda pembahasan dana optimalisasi Kemhan TNI TA 2012 sebesar Rp. 678 M. Kesimpulan dalam Raker tersebut adalah, Komisi I memberikan apresiasi terhadap realisasi anggaran TNI TA 2012 sebesar 98,75%, serta peningkatan capaian kinerja TNI dibandingkan kinerja tahun 2011. Berkaitan dengan itu, Komisi I meminta TNI untuk terus meningkatkan capaian kinerja pada tahun-tahun anggaran berikutnya.
Berkaitan dengan hasil temuan BPK-RI terhadap laporan TNI TA 2011, Komisi I DPR-RI minta TNI untuk memperhatikan rekomendasi dan catatan BPK dan menjadikannya sebagai panduan untuk pelaksanaan tahun anggaran berikutnya. Bertaitan dengan sistem pengadaan Alutsista TNI, ada beberapa hal yang mendapat perhatian Komisi I yang perlu menjadi catatan yaitu: [1] tetap konsisten dengan rencana pengadaan alutsista yang telah diputuskan dan menjaga kesesuaian dalam tata kelola pangadaan alutsista. [2] memperhatikan kelengkapan elemen-eleman penting yang diperluykan dalam setiap pengadaan alutsista agar aluitsista dimaksud memiliki daya penggentar (different effeck) yang maksimal.