Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

Pilkadasung Versi DPRD: Telaah Kritis Demokrasi dan Biaya Politik
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
PROFESIONALISME DIREKSI ASDP DAN JERATAN HUKUM
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
GERAKAN EFISIENSI NASIONAL
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
MINTA MAAF DAN MUNDUR?
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D
KONSISTENSI BERPOLITIK
Oleh : ir.KPH. Bagas Pujilaksono Widyakanigara, M.Sc.,Lic.Eng.,Ph.D

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

MA MENJAWAB

WARTAWAN CILIK LAMPUNG POST

Patuhilah Orang Tua dan Jadilah Orang Bermanfaat
 
BAGAIMANA sih masa kecil Pak Marzuki Alie ini, sampai ia bisa duduk menjadi Ketua DPR? Kami jadi penasaran ingin mengetahuinya. Dan ternyata Pak Marzuki itu waktu kecil tak punya cita-cita yang muluk-nuluk, cuma pengin bekerja seperti pegawai Pertamina saja. Lalu kunci sukses Pak Marzuki juga karena ia patuh terhadap orang tua. Seperti apa sih ceritanya, berikut wawancaranya:
Waktu kecil, apa sih cita-cita Bapak?
Waktu kecil saya tak ada cita-cita masuk dunia politik. Cuma sekolah dan saat pergi sekolah di depan rumah setiap pagi melihat pegawai Pertamina pakai baju putih lengan panjang naik mobil Datsun pikap, rasanya kok enak sekali, gagah.
Jadi ya, cita-citanya sederhana saja. Pokoknya waktu itu sekolah dan menjadi yang terbaik, itu saja harapannya.
 
Bagaimana Bapak mewujudkannya?
Belajar sungguh-sungguh dan semasa sekolah saya selalu juara kelas. Nilai Matematika saya 10 lo. Kuncinya ya harus disiplin, belajar dengan sungguh-sungguh, serta mematuhi perintah orang tua.
 
Kok Bapak bisa menjadi Ketua DPR, bagaimana caranya?
Itu jalan Tuhan. Ya pasti kita harus bekerja dengan baik, mendidik bawahan kita untuk bisa bekerja menggantikan kita (kaderisasi,red), dan mau belajar bagian di atas kita.
Saya tidak lama-lama kok, begitu duduk di DPR, mendapat amanah jadi ketua.
 
Sebelum jadi ketua DPR, apa kegiatan Bapak?
Ya, saya pernah menjadi PNS, kemudian bekerja di perusahaan negara (BUMN), kemudian baru terjun ke dunia politik dan menjadi sekjen di partai politik.
 
Hidup itu tidak ada yang mudah, jalani saja takdir, dan syukuri apa yang ada, itu saja.
 
Bagaimana Bapak membagi waktu dengan keluarga?
Waktu buat keluarga itu ya setelah pulang dari tugas. Sewaktu bertugas ya bertugas, sore atau malam sesampai di rumah ya itulah waktu buat keluarga, buat istri dan anak-anak. (Pak Marzuki memiliki dua anak usia 19 dan 16 tahun).
 
Apa pengalaman Bapak yang bisa dibagikan ke kami?
Masa kecil Bapak sama seperti kalian. Bapak juga suka berkelahi lo, nakal tapi itu wajar. Nah, anak-anak harus mendengarkan orang tua, jangan membantah. Patuhi saja, kalau diperintahkannya itu salah, ya biarkan saja. Kemudian kalian harus menghormati dan mematuhi guru sebagai pengganti orang tua di luar rumah. Kemudian bergaullah di lingkungan dengan kawan-kawan.
 
Apakah Bapak punya tokoh idola?
Ada, tapi sebenarnya bukan idola ya, tepatnya kagum akan orang-orang yang menginspirasi. Ada tiga orang, yaitu Lim Swie Liong yang memiliki memiliki kemampuan melobi luar biasa, lalu B.J. Habibie yang meski anak yatim tapi karena tekunnya ia menjadi orang pintar, dan Tantri Abeng yang memiliki kemampuan humas bagus hingga ia dijuluki “manajer satu miliar”.
 
Ketiga tokoh itu banyak menginspirasi dan tidak ada salahnya belajar dari mereka.
 
Terakhir,Pak, apa pesan bagi anak-anak Indonesia?
Ya, dalam pendidikan itu ada intelektual, tapi ada juga pendidikan spiritual. Nah, sebisa mungkin kita menjadi orang yang pintar dan bermoral.
 
Dengan bekal ini, kita dalam menjalankan kehidupan keseharian dan bernegara bisa baik dan aman. Sebagai seorang muslim, contohlah Rasulullah yang memiliki sifat fatanah, amanah, sidik,dan tablig.
Seburuk-buruknya, jadilah orang yang bermanfaat baik buat keluarga, orang lain, masyarakat maupun negara. L-1
 
Reporter Cilik: Zulfa, Laili, dan Gilang
Fotografer   : Ikhsan
 


KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000

fajar
April 24 2012 , 15:36
Kenapa pembangunan di Kalimantan dan indonesia bagian timur lainnya tidak semaju pembangunan di Sumatra,Jawa,Bali? Indonesia itu buka cuma Sumatra,Jawa,Bali doank lho pak. Hrp ditindak lanjuti.
Muhammad Rahman
January 29 2012 , 17:54
Menurut Bpk, wajar kah jika gaji pokok PNS biasa lebih besar dr gaji pokok seorang hakim yg katanya pejabat negara (sama gol. dan masa kerja)?? Anda pernah berjanji utk mmprjuangkan nasib kami...