Update: Untuk mendapatkan berita-berita terupdate website marzukialie.com bisa men update melalui twitter kami @marzukialie dan untuk komunikasi langsung dengan Dr. H. Marzuki Alie bisa melalui twitter kami @marzukialie_MA
profile marzuki alie Demokrat

TULISAN

KEDAULATAN DAN KEPEMIMPINAN BAGI PEMBANGUNAN INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
REFLEKSI AKHIR TAHUN 2013
Oleh : Marzuki Alie Center
INOVASI KREATIF MASYARAKAT INDONESIA
Oleh : Dr. H. Marzuki Alie
Komitmen Antikorupsi Parlemen ASEAN
Oleh : Oleh Dr. H. Marzuki Alie
Kemandirian Inovasi dan Iptek bagi Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Oleh : Oleh Dr. Marzuki Alie

PENCARIAN

ALBUM


DAPATKAN BUKU YANG SUDAH DITANDATANGANI OLEH MARZUKI ALIE untuk palestine Liga Pendidikan Indonesia

BERITA

Marzuki Alie Ajak Pesantren Masuk Politik

2012-03-25 13:04:00
Images
Selama ini kehidupan politik dianggap sebagai kehidupan yang kotor karena tidak dilandasi dengan nilai-nilai agama. Nilai-nilai agama dianggap tidak pernah ada kaitannya dengan kehidupan politi masyarakat. Anggapan itu, menurut Ketua DPR RI Marzuki Ali, sebagai anggapan yang salah. Menurutnya, antara gama dan politk saling terkait. Di mana agama harus menjadi payung dari kehidupan politik. Karenanya dia mengajak alumni pesantren untuk masuk dunia politik. Ajakan itu disampaikan saat menghadiri khaul ke-24 KH Syamsuri Al Hafidz di Ponpes Asy Syamsuriyah, Jagalempeni, Kecamatan Wanasari, Minggu (25/3).

Menurutnya, selama ini anggapan bahwa politik tidak ada kaitannya dengan agama membuat kehidupan berpolitik bangsa ini menjadikan bahwa politik seolah sesuatu yang kotor. Anggapan itu harus diluruskan dengan memasukkan nilai-nilai agama kedalam kehidupan berpolitik. Justru dengan agama, maka kehidupan politik akan baik. Begitu pula dengan bidang lain, seperti bisnis. Bisnis tanpa payung agama hasilnya pun tidak akan baik.  "Politik yang tidak didasari agama, maka yang dihasilkan adalah politik setan. Bisnis tanpa dipayungi agama, hasilnya juga bisnis setan," kata Marzuki.

Dikatakan, anggapan politik yang tidak baik itu karena ekspose politisi yang tidak baik. Sehingga seolah-olah semua politik itu juga tidak baik. Padahal tidak semua anggota parlemen berperilaku tidak baik. "Masih banyak ratusan anggota parlemen yang baik, yang bekerja dengan sesungguhnya untuk kepentingan rakyat. Termasuk juga kiai dari pesantren," tandas Marzuki.  Dirinya juga masuk politik juga atas pertimbangan sejumlah kiai dan ulama. Dan meski baru pertama kali menjadi anggota DPR, dia langsung diberi amanah untuk menjadi Ketua DPR RI. Semua itu dikarenakan niat baik ketika terjun di dunia politik.

Dikatakannya pula, saat ini, imej politik seolah-olah sebagai sebuah virus. Sehingga orang yang terjuan di dunia politik juga dianggap virus. Padahal negeri ini dipimpin oleh para politisi. Sehingga tidak mungkin negeri ini hidup tanpa ada kehidupan politik. Karenanya, dia pun sering mengajak para kiai untuk masuk politik. "Ada anggota DPR yang korusi, ada sarjana yang korupsi, itu hasil pendidikan politik masa lalu. Ada ustadz yang korupsi, itu juga hasil pendidikan masa lalu. Kini saatnya mendidik generasi muda dengan baik, antara lain melalui pesantren seperti ini," tambahnya.

Sementara dalam khaul KH Syamsuri ke-24 itu, selain dihadiri Ketua DPR RI Marzuki Ali, juga dihadiri Wakil Ketua Umum PBNU KH Asad Said Ali, dan KH Nur Iskandar SQ yang memberi ceramah di hadapan ribuan umat Islam yang menghadiri khaul tersebut. Begitu pula jajaran Frokompimda, antara lain wakil Bupati Brebes Hj Idza Priyanti.

Pengasuh Ponpes Asy Syamsuriyah KH Asmuni Syamsuri mengatakan, selain harlah Ponpes ke-10 dan khaul KH Syamsuri, acara juga ditandai dengan wisuda santri yang telah merampungkan  hafalan Al Quran 30 juz. Juga peletakan batu pertama masjid di lingkungan pondok pesantren.

Penghafal Al-Quran
6 orang santri perempuan Pondok Pesantren Assyamsuriyyah, Brebes, Jawa Tengah berhasil menghafal Al Quran 30 Juz. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Ketua DPR RI Marzuki Alie karena tidak banyak individu, yang memiliki kemampuan menghafal seluruh bagian dari kitab suci Al Quran yang rata-rata memiliki ketebalan 600 halaman, terdiri atas 114 surah dan 6236 ayat. “Saya memberikan penghargaan yang tinggi pada santri apalagi semuanya perempuan yang telah berhasil menghafal seluruh surah dalam Al Quran, ini sungguh luar biasa,” kata Ketua DPR RI Marzuki Alie saat menhadiri acara wisuda yang berlangsung di halaman Ponpes Assyamsuriyyah, Minggu (25/3/12).

Ia berpesan agar menjaga hafalan tersebut, memelihara serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Menghafal Al Quran sulit tapi yang lebih sulit lagi adalah menjaga akhlak sebagai hafidzoh yang sudah melekat pada diri pribadi. Kemampuan menghafal ayat suci Al Quran ini menurutnya insyaAllah akan bermanfaat bagi kemajuan dan kebesaran bangsa Indonesia.

Kehadiran Ketua DPR di Brebes juga dalam rangka pengajian akbar dan haul ke-24 mengenang perjalanan dakwah Kyai Syamsuri Al Hafidz pendiri Ponpes Assyamsuriyyah. Ia mengimbau seluruh jamaah yang hadir agar tidak terjebak dalam hiruk pikuk kemeriahan acara yang pada akhirnya hanya menghabiskan dana dan waktu, luangkan beberapa saat untuk melakukan introspeksi, mengoreksi apa yang sudah dilakukan selama ini. Langkah ini menurutnya tidak hanya akan membawa kebaikan pada pondok tetapi bangsa secara kesuluruhan yang saat ini banyak menghadapi tantangan.

Dalam kesempatan tersebut Marzuki berkesempatan meninjau fasilitas belajar mengajar serta melalukan peletakan batu pertama pembangunan mesjid di lingkungan Ponpes yang berada tidak jauh dari hamparan kebun petani bawang Brebes.

Sementara itu pimpinan Ponpes Assyamsuriyyah, Asmuni Syamsuri menjelaskan perkembangan pesantren yang sudah semakin membuka diri. “Dulu kita banyak belajar ilmu agama semata, sekarang kita juga mempelajari ilmu formal lain sehingga santri juga dapat bersaing dan berhasil melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi seperti di UGM,” jelasnya.

Kehadiran Ketua DPR menurutnya merupakan momentum yang baik untuk melakukan silaturrahim sesuai ajaran agama Islam. Ada 2 golongan manusia, ketika keduanya baik, berjalan bersama, duduk bersama, membangun bersama, membina bersama, maka hasilnya juga akan baik. Kalau keduanya rusak, saling cakar, berbenturan, maka rusaklah semua manusia. “Dalam kehidupan berbangsa rakyat sebenarnya sudah jenuh dengan para politisi. Maunya rakyat sekarang ini ayo kita sama-sama membangun negara ini untuk kebaikan bersama, kemaslahatan bangsa,” demikian Asmuni.

Sumber: radar tegal dan dprgoid



KOMENTAR ANDA

Nama Tidak Boleh Kosong

Email Tidak Boleh Kosong

Komentar Tidak Boleh Kosong

Nama :
Email :
Komentar :
Total : 1000
news not ready